Catatan harian Al-Mar’atus Sholikhah, S.Pd.I (Guru PAI) Materi PAI tentang shalat jama’t, jama ‘qashar.

Image result for shalat jama

Catatan harian Al-Mar’atus Sholikhah, S.Pd.I
(Guru PAI)

Pagi yang cerah, Jum’at pernuh berkah. Pagi ini tanggal 02 Maret 2018 saya mengajar kelas 7G dan 7E, kelas yang terkenal dengan keaktifan siswanya. Anak yang hiperaktif justru membuat saya lebih semangat untuk berbagi keilmuan bersama mereka.

Materi PAI hari ini tentang shalat jama’t, jama ‘qashar. Yaitu Shalat yang dikerjakan ketika bepergian jauh kurang lebih 80 km. Shalat jama’ qashar adalah shalat yang dikerjakan dengan cara mengumpulkan dua shalat fardhu dan meringkasnya dari 4 rakaat menjadi 2 rakaat dikerjakan dalam satu waktu. Sedangkan shalat jama’ hanya mengumpulkan dua shalat fardhu tanpa meringkasnya menjadi 2 rakaat. Materi ini sangat penting dalam kehidupan karena suatu hari seseorang pasti mengalami perjalanan jauh sehingga disunnahkan untuk menjama’/mengqashar shalat yang tujuannya untuk meringankan para musafir.

Dalam materi ini saya menggunakan metode snowball throwing atau yang sering dikenal dengan snowball fight. Metode ini merupakan pembelajaran yang diadopsi pertama kali dari game fisik dimana segumpal salju dilempar dengan maksud memukul orang lain. Dalam konteks pembelajaran, snowball throwing diterapkan dengan melempar kertas untuk menunjuk siswa yang diharuskan menjawab soal dari guru. Metode ini digunakan untuk mempermudah konsep pemahaman materi yang sulit kepada siswa dan digunakan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dan kemampuan siswa dalam materi tersebut.
Pembelajaran materi shalat jama’ dan jama’ qashar ini siswa dibagi menjadi 5 kelompok untuk menghafal niat shalat jama’ qashar secara random (siswa yang cepat menghafal dan susah menghafal) kemudian tiap koordinator kelompok mendapat tugas dari guru untuk membantu/memimpin hafalan diulang berkali-kali, hal ini bertujuan untuk mempermudah guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Setelah itu tiap kelompok harus bisa menghafal niat-niat shalat jama’ dan qashar tersebut. Kemudian siswa menulis pertanyaan tentang niat jama’ atau jama’q qashar dalam kertas kemudian dibentuk bola yang siap dilempar. Barang siapa yang mendapat lemparan bola harus bisa menjawab.
Setelah pelaksanaan metode ini, saya menugaskan siswa untuk membuat paper creation, yakni dengan cara siswa menulis niat-niat shalat jama’ dan menghiasnya di kertas manila kemudian ditempelkan di tembok kelas. Aktifitas ini bertujuan agar setiap mereka di kelas selalu melihat tulisan mereka sehingga dapat menjaga hafalan mereka tentang shalat jama’ qashar.

Dengan menerapkan metode snawball throwing dilanjutkan dengan membuat media paper flower. Saya merasa bahwa metode ini sangat tepat untuk kelas 7e dan 7g karena bisa mengalihkan keaktifan siswa yang lebih bermanfaat dan menumbuhkan minat ekstrinsik dalam mengikuti pelajaran PAI. Satu hal yang paling penting ialah tidak ada satupun siswa yang tidur di kelas. Modal utama dalam pelaksanaan pembelajaran ini adalah suara guru harus lebih lantang dan lugas ketika memberikan intruksi. Kemudian di akhir pelajaran saya memberikan reward bagi kelompok yang menjawab soal dengan benar dan paling banyak. Dengan demikian siswa merasa senang dan lebih bersemangat.

Semoga tulisan ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua, karena peserta didik ibarat mobil dan guru adalah supirnya yang akan selalu ikut kemanapun kita pergi. Jadi kita harus lebih kreatif dan inovatif. Semangat pagi 😊

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *