Dua Kisah Fabel

Image result for fox fable funny

Dua Kisah Fabel

Dua kisah fabel ini berasal dari dua negara dengan latarbelakang yang berbeda dan ditulis dengan perbedaan rentang waktu yang jauh.Kisah pertama ditulis oleh Aesop (abad 6 SM) seorang pengarang fabel Yunani. Kisah kedua merupakan fabel anonim dari jazirah Arabiah yang penulis baca dari website http://www.alarab.com.

Meskipun berasal dari negara dan latarbelakang yang berbeda (Yunani di Eropa dan Jazirah Arab di Asia)  tapi dua fabel ini sangatlah mirip, bahkan memiliki beberapa kesamaan menurut saya. Dari segi intrinsik cerita, mulai dari struktur bangunan cerita, gaya penceritaan,  tema yang diusung, hingga hikmah yang dikandung memiliki kesamaan yang sangat mudah kita ketahui. Saya tidak hendak mengatakan bahwa satu fabel menjiplak fabel lainnya. Akan tetapi ini menyimpulkan bahwa biasanya satu karya sastra (fabel) dari suatu negara akan mempengaruhi atau minimal menginspirasi penciptaan karya sastra (fabel) di negara lain. Sila dibaca dua kisah fabel menarik ini :

Gadis Pemerah Susu dan Embernya*

Patty, si pemerah susu pergi ke pasar membawa ember berisi susu di atas kepalanya. Sambil berjalan, ia mulai menyusun rencana, akan ia pakai buat apa uang hasil penjualan nanti. “Akan kubeli beberapa unggas dari pak tani,” gumamnya, “dan mereka akan bertelur setiap pagi. Nanti telurnya akan kujual pada istri pak pendeta. Dari uang penjualan telur, akan kubeli gaun tipis dan sebuah topi. Ah, tidakkah nanti para pria akan datang mendekat dan mengajakku berkenalan!? Polly akan cemburu, tapi apa peduliku! Nanti, akan kupandangi saja dia dan menggoyangkan kepala seperti ini …”.

Saat itu pula ia goyangkan kepalanya dan… tentu saja ember itu terjatuh. Seluruh susu lenyap terbuang.

Ia pulang ke rumah dan menceritakan pada ibunya kejadian itu.

“Ah, anakku,” kata si ibu, “jangan pikirkan anak ayam sebelum telur menetas.”

*(The Milkmaid and Her Pail-An Aesop’s Fabel, diterjemahkan oleh Nurul Hanafi dalam buku Aesop Kumpulan Fabel penerbit KAKATUA, 2017)

Seekor Rubah dan Seorang Pemuda**

Suatu hari ketika pemuda itu berjalan di tengah hutan dan melihat seekor rubah yang sedang tidur terlelap, ia berkata dalam hatinya : “Andai rubah itu aku pukul dengan batu besar, niscaya ia akan langsung mati, akan aku kuliti bulunya, lalu aku jual dengan harga mahal, kemudian dengan uang itu aku bisa membeli beberapa biji gandum untuk aku tanam di kebun orangtuaku, gandum-gandum itu akan tumbuh subur, dan tiap kali ada orang yang lewat, mereka akan berkata : ”Waaah betapa indahnya kebun gandum ini!!”. Mereka tentunya akan berhenti berlama-lama untuk melihat kebun gandum yang indah itu, tapi aku akan berkata kepada mereka : “Hei kalian !! Menjauhlah dari kebun gandumku!!”. Tapi kalau mereka tidak menghiraukan ucapanku, aku akan berteriak dengan kencang : ”Hei kalian ! Menjauhlah dari kebun gandumku!!”.

Tepat ketika pemuda itu berteriak dengan suara kencang, tiba-tiba rubah yang sedang tidur itu mendengarnya lalu terbangun untuk kemudian lari menjauh ke dalam hutan.

**(at Tsa’lab wa as Syaab–Qissoh min al-Arabi, diterjemahkan dengan terjemah bebas oleh Ahmad Muwafiq Setiawan)

1 thought on “Dua Kisah Fabel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *